Showing posts with label frozen embryo transfer. Show all posts
Showing posts with label frozen embryo transfer. Show all posts

Saturday, July 8, 2017

My 2ww diary

Sekarang saya mau share apa saja yang saya lakukan selama 2ww (two-weeks wait), atau masa penantian hasil setelah ET. 2ww kali ini merupakan 2ww ke-4 saya. Sejak sebelum 2ww, saya sudah rencana bahwa 2ww ini akan saya lewati dengan "biasa-biasa saja", artinya nggak pakai bedrest, nggak pakai takut bergerak atau takut mandi, dsb dsb dsb.

Selama ini saya sudah cukup banyak baca artikel dan berbagai penelitian yang menyatakan bahwa bedrest tidak terbukti meningkatkan keberhasilan bayi tabung. Justru sebaliknya, beberapa penelitian menyatakan bahwa bedrest merugikan karena mengganggu lancarnya aliran darah, termasuk ke rahim. Padahal kita tahu aliran darah ke rahim sangat penting perannya dalam menunjang proses implantasi embrio.

Saya semakin yakin karena setelah selesai ET, dr. Ng mendatangi saya dan bilang "You can do anything, eat anything. No need to lie down..because other normal pregnant people just do as normal.".

So, here how my 2ww went :

Minggu, 12 Maret (ET day)
Setelah ET, nunggu dijemput sama Ko Adrian sekitar 40 menit. Selama nunggu di lobby RS, saya berdiri sekitar 15 menitan karena pernah baca artikel yang menganjurkan berdiri setelah ET. Hari ini stay at home, makan juga di apartemen aja.

Senin, 13 Maret (1 day past 5-day transfer/1DP5DT)
Seharian di apartemen, pagi jalan kaki 15 menit. Malamnya makan ke Keat Garden (food court dekat Mewah Court, seberangnya mini market Eaton). Lethargic, lemes, capek, kaya nggak ada tenaga padahal nggak ngapa-ngapain.

Selasa, 14 Maret (2DP5DT)
Masih stay di apartemen aja seharian, cuma keluar buat jalan pagi seperti biasa 15 menit. Sore ada rasa seperti ditusuk di perut kiri bawah, tapi cuma beberapa detik. Still feel lethargic all the time.

Rabu, 15 Maret (3DP5DT)
Yeayyy, akhirnya hari ini keluar! Dasar nggak betahan, 3 hari di apartemen aja kayanya udah bosaaan banget. Jam 12 pergi ke Gurney Paragon, pulang jam 4 sore. Di mall banyakan nongkrong duduk-duduk aja. Jam 4 sore perut bawah terasa agak keram sedikiiit. Still lethargic.

Oh ya, di mall saya beli testpack 4 buah, rencananya buat dipakai dari mulai 8-11DP5DT. Soalnya saya kayanya nggak kuat nunggu hanya dari tes b-HCG πŸ˜“. 

Kamis, 16 Maret (4DP5DT)
Hari ini istirahat di apartemen. Pagi-pagi turun mau jalan, baru 5 menit tahu-tahu hujan. Siang nyoba turun lagi buat jalan, ehh baru 5 menit hujan lagi, dan dodolnya nggak bawa payung. Tadinya mau duduk dulu di kursi di lantai dasar Mewah Court blok 102, nunggu hujan reda baru lanjut jalan lagi. Tapi posisi kursinya kena cipratan air hujan. Jadi terpaksa duduk di pinggir-pinggir tangga arah mau ke lift (yang sudah pernah ke Mewah Court pasti kebayang), posisi duduknya nggak bisa nyender. Akhirnya daripada kecapekan duduk kaya gitu, jalan pulang aja deh hujan-hujanan. Mana nggak berani jalan ngebut, kan katanya kalau lagi 2ww jalannya harus timik-timik kaya putri kraton hehehe. Untung saya pakai topi jadi kepala nggak basah. Sampai kamar langsung mandi air hangat. 

Makan malam jalan ke Keat Garden (our favorite out of the three food court, isn't it obvious.. πŸ˜‹). Malamnya agak pegal-pegal di pundak dan leher, terus minta dipijat suami tapi pelan-pelan aja. Perasaan lethargic sudah mulai berkurang. Oh ya, sempet diare pagi-siang. Bingung juga karena apa..tapi curiganya karena semalam sok-sok-an minum extra-virgin olive oil, mungkin perut saya nggak cocok.

Jumat, 17 Maret (5DP5DT)
Siang pergi ke Cafe Passion Heart yang katanya terkenal dengan kue-kuenya, ternyata kalau dibandingkan dengan kue-kue di Jakarta sih masih kalah hehe. Habis itu jalan kaki ke Cafe Mugshot

Malam hari, saya kepanasan. Terus perut bawah seperti ketekan, tapi mild banget. Kalau bukan karena lagi 2ww sih mungkin nggak akan ngeh. Tapi ini karena lagi 2ww, semua dirasa-rasain dan diperhatiin πŸ˜….

Sabtu, 18 Maret (6DP5DT)
Siang saya main ke RS karena ada 2 teman yang lagi konsul ke dr.Ng, perginya naik Uber karena takut kepanasan dan kejauhan kalau jalan kaki. Habis dari RS, lanjut pergi ke Gurney Plaza. Malamnya pinggang belakang kanan terasa agak nyeri.

Minggu, 19 Maret (7DP5DT)
Siang pergi ke Cafe Twelve Cups, nyobain waffle-nya yang ternyata kecil, mahal lagi..udah gitu pilihan layer cake-nya yang di foto-foto yang beredar di internet banyak banget ternyata cuma sedikit huhuhu. Nyebelinnya lagi, ternyata sore itu mau ada pesta ulang tahun anak kecil, jadi selama saya di sana, pegawainya wara-wiri beberesan dan angkat barang ini itu untuk nyiapin pesta itu. Jadi super nggak nyaman, keseeel. Padahal tadinya ke situ mau leyeh-leyeh, baca novel. Ini boro-boro..pengennya cepet-cepet pergi aja. Jadi begitu makanan dan minuman habis, saya dan suami langsung pergi. 

Kita jalan ke arah Queen Victoria Memorial Clock Tower di dekat Fort Cornwallis, foto-foto sebentar..terus lanjut lagi jalan sampai Cafe Constant Gardener yang posisinya di seberang Padang Kota Lama (yang saat itu lagi under construction). Di sini baru dehh nyaman duduk-duduk.  

Pulangnya jalan sedikit ke arah belakang cafe, daerah Little India, banyak restoran Indianya. Tadinya masih mau jalan-jalan sore, tapi langit udah gelap banget, jadi kita cepat-cepat pesen Uber. Bener aja, pas nunggu Uber, hujan udah mulai turun rintik-rintik.

Hari ini kayanya jalan kaki terjauh selama 2ww ini.

Senin, 20 Maret (8DP5DT)
Hari ini pulang ke Jakarta, di bandara pakai kursi roda dari Air Asia (sudah booking online sebelumnya karena harganya setengah dari harga kalau beli on-the-spot di counter). Untung aja pakai kursi roda, karena beneran deh rasanya cepet cape banget. Kalau saya baca-baca sih katanya salah satu efek Progesteron..

Selasa, 21 Maret (9DP5DT)
Siang pergi makan di mall, terus belanja. Walaupun suami yang banyak ngambil-ngambilin barang dan dorong troli, tapi tetep rasanya capeee banget, terus ngantuuuk..

Rabu, 22 Maret (10DP5DT)
Cerita hari ini lebih lengkapnya bisa di baca di post ini.
.
.
.
.
.

Selama 2ww, yang saya lakukan setiap hari :
- Pakai kaos kaki all the time (kecuali mandi ya πŸ˜€), bahkan ketika ke kamar mandi tetap pakai, jadi selalu pakai sendal jepit.
- Jalan kaki 15-20 menit mulai dari hari ET+1, kecuali kalau hari itu sudah jalan-jalan ke mall, saya nggak khusus jalan kaki lagi.
- Makanan wajib setiap hari :
1. Putih telur minimal 3 buah, direbus atau dibuat omelet dicampur daging ayam giling biar nggak bosan.
2. Buah : kiwi, apel, jeruk masing-masing 1 buah untuk sarapan
3. Brazil nut 3-4 butir
4. Ikan salmon minimal 1 porsi
5. Sayur bayam rebus 1 porsi
6. Air rebusan kacang hijau 1 gelas
7. Alpukat tiap 1-2 hari 1 buah
8. Susu cair (fresh milk) 1 gelas

Sisanya saya makan bebas, sering makan di luar juga. Hanya nggak makan dan minum dingin. Selain karena banyak baca artikel yang menyarankan hal ini, juga disarankan oleh dokter akupunktur di LWE.

Vitamin yang diminum selama 2ww :
- Asam folat 5mg
- Vitamin D 1000IU

I think that's all. Pokoknya, 2ww kali ini saya jalani dengan santai, saya usahakan banyak kegiatan jadi nggak banyak waktu buat mikirin bakal berhasil atau nggak. Suami saya sangat berperan besar dalam hal ini. Dia selalu ngingetin saya untuk menganggap waktu kami di Penang sebagai liburan, jadi jalani hari-hari bener-bener kaya lagi liburan aja, jalan-jalan ke mall, belanja, nyari-nyari tempat menarik atau cafe yang direkomendasikan untuk dikunjungi, nongkrong di cafe, baca buku, dsb dsb. Jauh berbeda dengan 3x 2ww sebelumnya yang saya jalani di Jakarta, di mana saya melewatinya dengan beristirahat di rumah. Yang ada di hari-hari terakhir badan pegal-pegal dan ngilu akibat kurang gerak, jadi sering kebangun tengah malam atau bahkan insomnia.

I would say that this 2ww was a stress-free one.. 😊

Sunday, April 30, 2017

FET...let's do this! - part 2

4th Visit, Senin, 6 Maret 2017 (h19)

Hari ini ambil nomor jam 6 pagi, karena waktu hari Sabtu dipesenin datang ke kliniknya sore saja. Jadi saya ke klinik jam 3 sore, dapet nomor 21. Saya tunjukin foto hasil tes ovulasi hari Sabtu :



Kata Suster Sujada, ini artinya sudah positif tapi masih mild. Padahal kalau saya baca di petunjuk pada brosur alat Clear Blue, kalau garis di kiri lebih tipis/samar daripada garis di kanan, artinya negatif. Berbeda dengan testpack kehamilan di mana garis samar artinya sudah positif tapi mild. Kemudian suster masuk ke ruangan dokter untuk lapor hasil tes ovulasi, tapi sepertinya dokter masih sibuk bicara dengan pasien lain jadi suster keluar lagi, saya disuruh tunggu saja, nanti dipanggil untuk ketemu dokter.

Sekitar jam 15.30 masuk ruangan dokter (sebelumnya sudah tampung urine). Hasil USG kata dokter telur yang di sebelah kiri masih ada, ukurannya 16x17 mm. Saya sempat lihat dokter ngukur ketebalan rahim 11 mm (tapi dokter nggak ngomong). Kata dokter "Bisa lah kita buat bulan ini, hanya perlu di-fine tune". Terus dokter minta lihat hasil tes ovulasi,, saya tunjukkan foto yang di bawah. Menurut dokter itu masih negatif (cocok dengan penjelasan brosur Clear Blue), Hasil yang positif itu minimal garis kiri sama tebal/gelapnya dengan garis kanan, kalau masih lebih samar berarti negatif.

Saya disuruh keluar dulu, menunggu hasil tes ovulasi dari urine hari ini. Nggak lama suster panggil saya dan menunjukkan alat Clear Blue, hasilnya garis kiri jauh lebih tebal daripada garis kanan, POSITIF!!! Besok saya disuruh konsul lagi ke dokter sekitar jam 11.

OMG masih ga percayaaa bisa ovulasi jugaaa.....!!! Sayangnya saya lupa foto huhuhu, padahal kan kenang-kenangan banget tuhhh hasil tes ovulasi positif. Baru dapet hasil tes ovulasi positif saja senengnya udah kaya dapet hasil testpack positif. I was grinning from ear to ear.. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Biaya : RM 61





5th Visit, Selasa, 7 Maret 2017 (h20)

Datang jam 11 sesuai pesan suster, daftarnya di lantai 1 karena yang di bawah sudah tutup. Baru ketemu dokter jam 1 siang. Hasil USG kata dokter saya sudah ovulasi, folikel yang tadinya bentuknya bulat sekarang sudah penyok/pipih (dokter sambil nunjukin gambarnya di layar). Kata dokter bisa ET, terus dia bilang gini sambil nulis-nulis "This is the best timing, nothing to complain" . Dalam hati saya ngomong "Emang siapa yang mau complain dok" πŸ˜›.

Habis itu, dokter ngitung-ngitung jadwal ET, sekarang tanggal 7, 7 + 5 (umur embrio yang di-freeze) = 12, "Ahh, Sunday laaa....". Saya bilang "Sori ya dooook...", sambil ketawa. Si dokter cuma senyum-senyum aja, sambil geleng-geleng kepala, hihihi...

Setelah itu saya tebus obat Cyclogest yang dipakai mulai malam ini, 2x sehari setiap 12 jam, Tapi pagi hari sebelum ET tidak perlu dipakai dulu. Saya harus telpon ke IVF Center hari Sabtu jam 11 untuk menanyakan jadwal ET (jam berapa).

Biaya : RM 168.20



Telpon ke IVF Center, Sabtu, 11 Maret 2017 (h24)

Berdasarkan konfirmasi dari IVF Center, saya disuruh datang hari Minggu jam 08.30. Sebelumnya daftar dulu di bagian registrasi, nanti akan dikasi kertas hijau. Disarankan datang lebih cepat, sekitar jam 8 lewat 15-an. Dipesankan untuk minum 500 ml air sebelum berangkat ke RS.

Thursday, March 23, 2017

FET...let's do this! - part 1

Akhirnya dapet jadwal yang match!!

Bulan Februari bisa ke Penang untuk mulai proses FET natural. Sebelumnya, di bulan Desember dan Januari, tiap mens saya email Miss Low untuk nanya apakah saya bisa mulai proses FET. Ternyata di kedua bulan itu, siklus saya bentrok dengan jadwal cuti dr.Ng, jadi nggak bisa mulai..

Di bulan Februari, saya mens tanggal 16, dan seperti biasa langsung lapor suster untuk nanya jadwal. Saya disuruh ketemu dokter 27 Februari (h12), tapi saya nawar jadi 28 Februari supaya nggak perlu terbang hari Minggu. Diperbolehkan sama suster, karena memang sesuai info dari Miss Low sebelumnya, range konsul pertama untuk FET natural adalah antara h12-14.

Sebenarnya, mau perginya juga galau. Karena saya akan melakukan FET natural, artinya saya harus ovulasi. Padahal saya PCO, yang identik dengan telur nggak mau besar dan anovulasi... πŸ˜… Ditambah lagi, mens terakhir super kacau. Pertama, selama 8 hari sebelum mens saya flek (spotting). Kedua, mens-nya pun nggak normal. Tiga hari pertama mens biasa walaupun volume sangat sedikit dibanding biasa, hari ke-4 seperti sudah mau berhenti, taunya hari ke-5 deras lagiiii, dan berlanjut seperti mens normal sampai berhenti di hari ke-8. Aiiiih stres ga siiiih. Flek 8 hari, mens 8 hari. The lucky eight! Mudah-mudahan pertanda bahwa keberuntungan akan datang... πŸ˜ƒ


Oh ya, waktu saya telpon bikin janji dengan suster (karena Miss Low lagi cuti, biasanya saya selalu email), pesannya ada 2 :
1. Jangan beli tiket pulang dulu (iya lah ya..FET natural kan memang nggak tau kapan, tergantung ovulasi..)
2. 28 Februari itu hari Selasa, dokter hanya praktek 1/2 hari, jadi come early katanya..Lupa nanya jam berapa, terus kemudian email Miss Low, katanya sekitar jam 10-11 aja, no need to come very early.


1st Visit, Selasa, 28 Februari 2017 (h13)

Jam 5 pagi saya sudah antri, Selasa agak sepi karena banyak dokter tidak praktek, hanya tindakan/konsultasi berdasarkan perjanjian. Sudah capek-capek antri dari subuh, ternyata petugas pendaftaran nggak mau daftarin saya karena di kartu pasien tidak tercantum ada perjanjian. Saya disuruh tanya dulu ke suster di klinik dr.Ng nanti jam 8. Hikssss nyesek...tahu gini ngapain datang subuh-subuh.

Jam 8 naik ke klinik dr.Ng, ketemu suster Melayu yang berjilbab dan agak pendek, juteknyaaa..nggak ada senyum. Saya ceritain masalahnya, terus dia tanya tanggal berapa saya telepon, saya bilang lupa, "Memang nama saya nggak ada Sus di catatan?". Terus dia menyibak buku besar yang ada di meja, tapi nggak dibaca. Habis itu dia langsung bilang "Sekarang kamu turun lagi ke pendaftaran, minta didaftarkan". Saya bilang petugas nggak mau karena di kartu saya nggak tertulis ada jadwal perjanjian. Jawabnya "Ya sekarang kamu bilang kalau kamu sudah tanya suster dan dibilang boleh", dengan muka datar dan tentu saja tanpa senyum. Ya ya ya... πŸ˜“πŸ˜“

Saya balik lagi ke pendaftaran, ambil nomor baru lagi, nunggu lagi sekitar 30 nomor. Untung akhirnya bisa daftar.

Sampai klinik jam 12, dokter baru datang jam 1. Saya pasien kedua, tapi baru dipanggil jam 2. Sebelum ke dokter, dipanggil sama suster terus dikasi tabung untuk tampung urine.

Waktu masuk ruangan langsung USG, terus dokter nanya mens saya teratur atau nggak, saya bilang selama ini teratur, hanya bulan terakhir error, saya ceritakan ke-error-an mens terakhir. Ehh dokter bilang gini "So why you came? Suster already told you kalau reguler baru datang, blablabla (sudah lupa persisnya saking nge-blank dibilangin kenapa datang πŸ˜“)", Saya diam aja. Dalam hati sih mikir definisi reguler apa dulu nihh..lagipula sejak Desember saya tiap bulan email Miss Low nanyain bisa FET apa nggak, nggak pernah ditanyai mens saya sudah reguler atau belum. Sempet agak gondok juga sih...Untungnya habis itu kayanya dokter nyadar, "But since Ibu sudah di sini, kita follow up dulu. Ini sepertinya ada 2 kandidat telur yang tumbuh.". Dokter tunjukin telurnya, ukurannya 12x12 mm. Disuruh kembali lagi 2 hari lagi.

Mulai hari ini, tiap hari saya makan putih telur minimal 3, kalau kuat lebih. Dan jalan kaki minimal 30 menit setiap hari, seringnya keliling di area parkir apartemen saja, pernah juga ke taman Bukit Dumbar (ini tamannya keren lho untuk olahraga, kalau lagi nggak mau program saya pasti happy banget lari di sini, cek Googlemap untuk lokasi persisnya.).

Biaya : RM 116




2st Visit, Kamis, 2 Maret 2017 (h15)

Hari ini daftar jam 7 pagi saja, soalnya lagi pilek dan sedikit meriang akibat full-day jalan-jalan hari Selasa sepulang dari dokter. Datang ke klinik habis makan siang, sekitar pukul 12.30, dikasi nomor 18. Saya kira bakal disuruh datang lagi nanti sore, ternyata kata suster tunggu aja sebentar. Nunggu 30 menit terus dipanggil, sebelumnya disuruh tampung urine.

Waktu USG, dokter nanyain soal mens (lagi). Katanya siklus selalu mundur nggak? Saya bilang kadang-kadang mundur, tapi yang terakhir maju, jadi 26 hari (biasanya 28-31 hari). Dokter bilang kalau maju kemungkinan siklus ini kurang bagus, tapi tidak apa-apa, nanti kita bisa ganti cara dengan pakai obat.

Hasil USG ternyata telur yang kemarin dokter lihat di kiri tidak membesar, justru di kanan ada yang ukurannya 11 mm (kecil yaa...hikssss...). Dokter bilang Sabtu nanti dicek lagi, baru diputuskan.

Biaya : RM 66




3rd Visit, Sabtu, 4 Maret 2017 (h17)

Hari ini yang ambil nomor suami, jam 07.30, Datang ke klinik jam 1 kurang, dikasi nomor 15. Baru dipanggil sekitar jam 14.30, sebelumnya sudah setor urine as usual. Kata dokter telur yang membesar ada 3, ukurannya 13x17 mm, 13x15 mm, yang satunya lupa πŸ˜€. Kemungkinan telurnya bisa membesar, jadi bisa ET, hanya mungkin agak delay. Terus saya disuruh keluar dulu, menunggu hasil tes ovulasi (LH) dari urine yang tadi sudah saya setor. Sementara, disuruh menyelesaikan pembayaran dulu. Daaan antrinya 1 jam 10 menit aja loh!!! Setelah akhirnya selesai bayar, saya lapor ke suster. Ternyata hasil LH masih negatif, artinya saya belum ada tanda-tanda akan ovulasi. Jadi saya dibawain alat tes ovulasi Clear Blue untuk melakukan tes sendiri di rumah hari Minggu jam 3 sore, hasilnya disuruh foto dan kontrol lagi ke dokter hari Senin.

Biaya : RM 61




Tes Ovulasi, Minggu, 5 Maret 2017 (h18)

Saya tes ovulasi jam 15.30 setelah nahan pipis 4 jam (sesuai instruksi di brosur Clear Blue dan hasil browsing di Internet, tujuannya supaya hormon LH di urine terkonsentrasi). Hasilnya negatif.... πŸ˜ͺ Galauuuu...sebagian hati saya dari awal memang nggak yakin saya bisa ovulasi, mengingat saya PCO, dan selama ini kayanya jarang deh waktu USG di masa subur ada telur yang besar. Dulu waktu awal-awal nikah, saya pernah beli Ovutest yang pakai teropong itu lho..yang ngecek pola di air liur. Itu hasilnya ga pernah positif! Sampai akhirnya alat itu saya lempar ke lantai saking kesalnya... 😝Setengah hati saya berharap bisa ovulasi, tapi setengah lagi berharap pakai protokol medicated saja, biar "pasti", because I didn't trust my body enough to do the job. Jadi waktu itu saya dan suami sudah siap-siap kalau disuruh pulang dulu dan kembali lagi bulan berikutnya dengan menggunakan protokol medicated.

...to be continued.......