Showing posts with label ovum pick up. Show all posts
Showing posts with label ovum pick up. Show all posts

Thursday, November 3, 2016

Biaya IVF di RS Lam Wah Ee - Penang

Hai..lama juga nggak update blog ini. Di postingan kali ini, saya khusus ingin share biaya-biaya selama IVF kemarin supaya memudahkan teman-teman yang butuh informasi tersebut.

1. Biaya Konsultasi Awal
Sebelum akhirnya memutuskan IVF di Lam Wah Ee, saya konsultasi awal dulu dengan dr. Devindran Muniandy, RS Loh Guan Lye dan dr. Ng Peng Wah, RS Lam Wah Ee.

- Biaya di dr. Devindran : RM 275.60 mencakup konsultasi dokter dan USG, tidak ada pemeriksaan lab atau obat apapun (cerita lengkap di sini)



- Biaya di dr. Ng Peng Wah : RM 579 mencakup konsultasi dokter dan USG, pemeriksaan darah untuk screening IVF suami istri, dan cek sperma (cerita lengkap di sini dan di sini)



2. Biaya Program IVF di RS Lam Wah Ee : RM 11.365
Perhitungan biaya di atas adalah sejak program dimulai (di luar konsultasi awal dan screening IVF yang saya sebutkan pada nomor 1 di atas) s.d OPU, karena saya belum melakukan proses ET (embryo transfer). Tidak mencakup obat dan biaya opname akibat OHSS.

Program IVF saya menggunakan long protocol dan dosis Gonal-F saya adalah sebagai berikut : 137.5IU x 5 hari
112.5IU x 4 hari
100IU x 2 hari
75IU x 1 hari

Total Gonal-F 1412.5IU selama 12 hari.

Summary :
- Konsul dokter, USG, obat-obatan, cek darah s.d sebelum OPU : RM 2891
- OPU : RM 5974
Embryo Freezing : RM 2500 (kontrak untuk 5 tahun, apabila digunakan semua dalam waktu 1 tahun akan di-refund RM 1000)

Di bawah ini rincian biaya per kunjungan :
(1) Kunjungan I, 14 Juli 2016 : RM 694, konsul dokter dan USG, Sperm Analysis (atas permintaan sendiri), obat Suprefact 2 vial dan jarum suntik (cerita lengkap di sini)



(2) Kunjungan II, 28 Juli 2016 : RM 1177, konsul dokter dan USG, obat Gonal-F 300IU 3 vial dan jarum suntik (cerita lengkap di sini)



(3) Kunjungan III, 6 Agustus 2016 : RM 466, konsul dokter dan USG, obat Gonal-F 300IU 1 vial dan jarum suntik (cerita lengkap di sini)



(4) Kunjungan IV, 10 Agustus 2016 : RM 518, konsul dokter dan USG, obat Gonal-F 300IU 1 vial, dan jarum suntik, Pregnyl 5000IU 1 buah, 2 tablet Bisacodyl (obat pencahar) untuk OPU (cerita lengkap di sini)



(5) Cek Progesteron, 13 Agustus 2016 : RM 36

(6) OPU, 15 Agustus 2016 : RM 5974 (cerita lengkap di sini)



(7) Kunjungan V (bayar Embryo Freezing), 17 Agustus 2016 : RM 2514, Embryo Freezing RM 2500 dan obat anti mual (cerita lengkap di sini)


(8) Opname akibat OHSS 1 malam, 19-20 Agustus 2016 : RM 816 (cerita lengkap di sini)

Monday, August 15, 2016

OPU Day!!!

Today's OPU day...!

Saya sampai di Admission jam 07.40, ternyata ramai bangeeett. Saya udah anxious banget, gimana kalau saya belum dipanggil-panggil, terus telat untuk jadwal OPU-nya, huhuhuuu...pokoknya semua pikiran negatif bermunculan. Duduk nggak bisa tenang, jantung berdebar-debar. Duhhh..kenapa ya saya nggak bisa jadi orang yang lebih santai.. :D

Akhirnya jam 08.20 baru dipanggil, isi-isi data, dimintain paspor (lagi). Suami nggak bawa paspor, untung aja kita ada fotonya jadi bisa lihat nomornya. Padahal waktu daftar jadi pasien pertama kali, semua data kan sudah dicatat ya. Seharusnya saat ini saya diminta untuk deposit RM 6.200 namun karena saya sudah setor deposit sebelumnya, saya tinggal tunjukkan receipt-nya. Beres.....

Kami diantar oleh petugas ke kamar 627, ward 6B. Saat tiba di sana, sudah jam 08.30. Saya diwawancara suster seputar riwayat kesehatan dan alergi, dipasangi gelang nama, dan dikasi hospital gown untuk ganti baju. Karena sudah jam 08.30, suami sudah harus pergi ke Pusat IVF untuk setor sperma. Saya ditinggal sendirian. Aduhh deg-degan banget rasanya. Saya coba tiduran sebentar, tapi nggak betah. Akhirnya saya berdiri aja, mondar-mandir di dalam ruangan, lihat-lihat ke jendela, foto-foto. Pokoknya berdebarrr bangettttt...Kenapa berdebar? Karena saya nggak yakin nanti waktu OPU saya bakalan beneran pingsan. Berdasarkan cerita sekian banyak orang yang sudah pernah OPU di LWE, pengalamannya beda-beda. Ada yang nggak sadar sama sekali, ada yang sadar tapi nggak merasa sakit, ada yang sadar dan kesakitan. Huaaaa....Kalau IVF 1 dan 2 dulu di Jakarta, saya nggak nervous sama sekali karena saya tahu saya bakal pingsan selama OPU, hehehe. Sementara ini, dududu..kalau sadar nanti gimana....takuttt...

Jam 08.55 suster pasang jarum di tangan terus disuntikkan obat antibiotik. Ada petugas yang datang menawarkan kalau saya ingin pesan makan siang dari RS, harganya RM 30, saya bilang nggak usah, nanti suami beli di luar saja.

Jam 09.15 saya disuruh naik ke bed beroda, kemudian saya didorong ke luar. Saya kira sudah mau berangkat untuk OPU, ternyata masih parkir dulu di luar ruangan, di samping meja suster. Di situ, saya disuntik pain killer di pantat. Susternya pas mau nusuk nggak bilang-bilang, jadi asli saya kaget bangettt. Terus disuntikkan 3 spuit obat, kalau nggak salah nangkep omongan suster sih katanya antibiotik lagi. Masih nunggu...kepala mulai agak berat, tapi nggak ngantuk. Saya coba merem-merem biar ketiduran, tapi nggak bisa. Karena rasanya memang nggak ngantuk sama sekali. Saya coba cubit-cubit paha dan tangan, apa memang sudah mulai berkurang sensitivitas terhadap rasa sakit, tapi kok masih aja terasa sakit...hahaha iseng banget ya...saking parnonya....I hate waiting!!! I suck badly in it.

Kira-kira 30 menit kemudian, ini perkiraan kasar banget karena saya sudah nggak pakai jam, nggak pegang HP, dan tidak bisa lihat jam di ruangan, saya didorong ke Pusat IVF di lantai 3. Pas nyampe sana, saya cari-cari suami tapi nggak kelihatan. Saya sempet lihat orang yang sebelum saya didorong keluar, orangnya udah melek gitu, kelihatan seger. OMG!!! Yang menyambut saya di ruangan tempat OPU adalah suster Sujada. Bed saya didorong masuk, lalu pintu ditutup. Ruangannya sempit. Menegangkannn....no body says anything. Saya ditensi, lalu disuntikkan obat tidur. Saya belum sempat jatuh tertidur, dr. Ng sudah duduk di depan saya dan mulai memasang cocor bebek. Terus habis itu kayanya sih saya tertidur. Memori berikutnya yang saya ingat adalah saya merasa kesakitan karena "dikerjain" di bawah sana, mengaduh-aduh, dan suster Sujada mengelus-elus bahu saya, kalau nggak salah bilang "Sabar ya...", atau "Sebentar lagi ya...", antara itu lah..hehehe. Tapi mata saya terpejam.

Jam 11 selesai, didorong kembali ke ruangan, rasanya ngantuk beratttt. Saya tertidur lagi, bangun-bangun jam 2. Makan makanan yang dibeli suami di luar, dan minum Milo hangat dari RS.

Sambil menunggu suster datang, suami diminta menebus obat dan menyelesaikan pembayaran. Ternyata deposit yang sudah kami siapkan untuk embryo freezing dikembalikan, hehehe. Katanya nanti saja...Obat yang dikasi adalah antibiotik Zinnat untuk 2 hari dan 1 strip Tramadol (penghilang rasa sakit).

Jam 5 sore suster Sujada baru datang. Hasil OPU tadi dapat 20 telur. Rabu diminta datang untuk ketemu dr. Ng jam 2 siang. Habis itu saya sudah boleh pulang. Saya jalan ke lobby dengan tertatih-tatih karena perut bawah masih terasa sakit. Suami pesan Uber untuk mengantar ke apartemen.

Biaya : RM 5974

Saturday, August 13, 2016

Trigger Day

Hari ini Sabtu 13 Agustus, dua hari sebelum jadwal OPU di hari Senin 15 Agustus. Tugas saya pagi-pagi cek Progesteron ke laboratorium LWE. Saya mau bayar pakai deposit yang sudah saya setorkan dari kemarin-kemarin, ehhh kata kasir nggak bisa. Aneh...Jadinya saya bayar cash, biayanya RM 36. Habis ambil darah, saya bisa langsung pulang. Hasil nanti langsung dikirim ke klinik dr. Ng.

Malam jam 9 kurang saya dan suami sudah jalan ke A & E. Di sana, saya kasi surat pengantar dari suster ke petugas, katanya saya tunggu saya sampai pukul 21.25, nanti baru tunjukkan lagi surat pengantarnya. Katanya tidak perlu ambil nomor antrian.

Jam 21.25 saya kasi lagi surat pengantarnya ke petugas yang ada di meja A & E. Jam 21.30 nama saya dipanggil, lalu saya masuk ke ruangan untuk disuntik. Habis itu langsung pulang deh....

Biaya : RM 36

Thursday, August 11, 2016

Galau....

Kemarin, setelah pulang dari dokter, saya galau bangettttt. Sampai di apartemen nelpon suami dan nangis, mewek-mewek nggak jelas. Pengen suami cepet-cepet dateng. Saya kepikiran mimik muka dr. Ng yang kayanya concerned dengan kondisi overstimulasi saya, sementara telurnya masih kecil-kecil (menurut saya) dan ukurannya nggak merata. Dokter sih nggak bilang apa-apa, nggak bilang it's a bad thing, nggak bilang juga it's a good thing. Cuma saya parno aja. Takut kalau telurnya sedikit yang mencukupi ukuranya untuk diambil, takut kalau telurnya jelek, takut kalau nanti nggak ada embrio yang jadi, dan berbagai macam ketakutan lainnya yang saya juga nggak bisa jelaskan apa.

Untungnya suami sudah datang hari ini. SOOOO HAPPY!!!!

Wednesday, August 10, 2016

4th visit

Hari ini Rabu 10 Agustus, saya ketemu dr. Ng lagi. Karena agak malas, saya baru berangkat dari apartemen jam 04.55 pagi, malas aja harus jam segini ya hahaha. Dapat nomor antrian 5011. Setelah kembali ke apartemen buat bobok, siangnya lagi-lagi karena malas saya baru sampai di klinik jam 11.20, begitu sampai langsung lapor ke suster dan disuruh tunggu. Jam 11.45 baru dipanggil dan dicek status sisa obat, dikasi nomor antrian 8.

dr. Ng baru datang jam 12.45. Saya baru dipanggil jam 14.05 huhuu...Waktu USG, saya lihat muka dokter kaya gemes-gemes gimana gitu, sambil geleng-geleng dan nyengir-nyengir gajebo. Dia bilang berulang-ulang "many many eggs", "we definitely have to freeze", dan "OHSS", glekkk. Saat dia ukur-ukur telur, saya ngintip-ngintip ke layar. Kayanya banyak yang masih kecil ukurannya, 12mm, 14mm, 16mm. Rasanya belum ada yg 18mm. Dududu...galauuu...Terus dokter bilang, mungkin nggak semua telur nanti bisa diambil.

Saya masih lanjut suntik Gonal-F 3 hari lagi, dosis kembali diturunkan jadi 100-100-75 IU. Setelah selesai dan saya sudah dipersilakan keluar ruangan, saya masih nggak ngeh kapan OPU-nya. Jadi saya tanya (sambil takut-takut dijutekin :P) kapan kira-kira OPU-nya, dokter cuma lihat muka saya tapi belum sempat jawab, terus suster yang jawab "Senin". Ohh..OK...bilang dongg dok :P

Saya tebus obat lalu ke suster. Kali ini pengarahannya banyaak, sampai saya pusing sendiri, mana lupa merekam lagi. Tapi semua instruksi ada dalam bentuk tertulis, jadi kalau ada yang lupa bisa dibaca-baca kembali.

Ringkasan timeline beberapa hari ke depan seperti ini :
Rabu : Gonal 100IU + Suprefact 15
Kamis : Gonal 100IU + Suprefact 15
Jumat : Gonal 100IU + Suprefact 15
Sabtu :
- Pagi : Ke RS untuk cek hormon Progesteron, langsung ke laboratorium dengan membawa surat pengantar dari suster
- Malam : Suntik Pregnyl tepat jam 21.30, tidak boleh lewat. Karena obatnya berbentuk serbuk yang harus dicampur dulu dengan cairannya, saya agak khawatir nervous kalau harus suntik sendiri. Jadi saya putuskan untuk minta disuntikkan di UGD (Accident & Emergency). Suster pesan agar saya datang 30 menit sebelumnya agar ada waktu untuk staf UGD bersiap-siap.
Minggu : Puasa makan dan minum mulai jam 00.00
Senin : OPU day!! Saya harus datang ke bagian Admission jam 7 pagi dengan membawa deposit sebesar RM 6200. Saya akan dibawa ke ruangan, sementara suami harus datang ke Pusat IVF jam 08.30 untuk memberikan sperma.

Yang saya dapat hari ini :
- 1 buah Gonal-F pen 300IU (beserta 1 ice gel)
- 1 kotak Pregnyl 5000IU
- 2 tablet Bisacodyl (obat pencahar)
- Tabung untuk sperma
- Surat pengantar untuk cek Progesteron
- Surat pengantar untuk suntik Pregnyl (surat ini harus dibawa suami ke Pusat IVF pada hari Senin pagi ketika akan mengambil sperma)
- Surat pengantar untuk ke Admission hari Senin pagi

Biaya : RM 518